Kas Kecil
A. Pengertian Kas Kecil
Kas kecil
adalah dana yang disediakan oleh perusahaan untuk keperluan sehari-hari dengan
jumlah yang relatif kecil. Pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil
dan tidak akan ekonomis bila dibayar dengan cek misalnya: pembelian materai,
perangko, rekening telepon, rekening listrik, rekening air, perlengkapan
kantor, biaya keamanan, biaya kebersihan dan sebagainya. Pengisian dana kas
kecil dapat dilakukan berdasarkan permintaan pemegang kas kecil jika dana kas
kecil sudah menipis atau dilakukan secara periodik.
B. Metode pencatatan kas kecil
ü Metode
imprest (dana tetap), yaitu setiap permulaan bulan atau minggu selalu dimulai
dengan jumlah dana yang sama (tetap) sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh
manajemen sehingga tidak setiap pengeluaran dicatat dalam kas kecil.
ü Metode
fluktuatif, dalam metode ini besarnya dana kas kecil berubah-ubah sesuai dengan
transaksi yang menyangkut kas kecil.
C. Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil Menggunakan Metode Imprest.
Pengelolaan
dana kas kecil merupakan proses pengelolaan bukti transaksi dana kas kecil
sampai pencatatan buku kas kecil. Dalam melaksanaan pengelolaan kas kecil, ada
beberapa prosedur antara lain sebagai berikut.
a.
Pembentukan Dana Kas Kecil.
Hal yang
paling penting dalam pembentukan kas kecil adalah penunjukan petugas sebagai
pemegang kas kecil. Selain itu, perusahaan juga harus menetapkan jumlah dana
kas kecil. Biasanya jumlah dana kas kecil ditaksir dengan memperhitungkan
kebutuhan dan untuk tiga atau empat minggu. Jika jumlah dana telah ditetapkan,
maka bendahara perusahaan menarik cek untuk diserahkan kepada pemegang kas
kecil. Berdasarkan surat keputusan dari otoritas yang lebih tinggi, bagian
keuangan membuat bukti kas keluar sebanyak tiga lembar. Bagian bendahara
menerima dua lembar (lembar 1 dan lembar 3), sedangkan lembar ke-2 diarsipkan
dibagian keuangan. Bagian bendahara mengarsipkan bukti kas keluar lembar ke-1
kemudian mengisi cek dan meminta tanda tangan otorisasi atas cek untuk
diserahkan kepada pemegang dana kas kecil, bersama bukti keluar lembar ke-3.
Cek kemudian diuangkan ke bank oleh pemegang kas kecil dan uangnya disimpan
dalam tempat penyimpanan yang terkunci. Selama perusahaan tidak mengubah jumlah
dana kas kecil, maka tidak ada jurnal lain yang berhubungan dengan rekening Kas
Kecil.
Contoh:
Pada tanggal
1 Maret PT. ABC membentuk dana kas kecil sebesar Rp 100.000,00. Maka jurnal
yang harus dibuat untuk mencatat pembentukan dana kas kecil ini adalah,
Maret 1 Kas
Kecil .................
Rp 100.000,00
Kas
............................. Rp 100.000,00
(Untuk
mencatat pembentukan kas kecil)
b. Pembayaran
Melalui Kas Kecil.
Pemegang kas
kecil mempunyai kewenangan untuk melakukan pengeluaran kas dengan menggunakan
uang yang terdapat dalam kas kecil sepanjang tidak bertentangan dengan
kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Biasanya manajemen membuat ketentuan
tentang jumlah batasan maksimum pengeluaran untuk tiap transaksi yang diijinkan
dan larangan-larangan tertentu, misalnya kas kecil tidak boleh digunakan untuk
memberi pinjaman kepada karyawan. Setiap pembayaran yang dilakukan melalui kas
kecil harus didokumentasikan dengan menggunakan “Bukti Pengeluaran Kas Kecil”. Pada
saat terjadi pemakaian kas kecil, perusahaan tidak membuat jurnal. Pengaruh
tiap transaksi pemakaian kas kecil akan dicatat pada waktu kas kecil diisi
kembali.
c.
Pengisian kembali kas kecil.
Pemegang
dana kas kecil membuat permintaan pengisian kas kecil berdasarkan bukti-bukti
pengeluaran kas kecil. Berdasarkan dokumen transaksi tersebut, bendahara
mengisi cek dan meminta otorisasi cek kepada pemilik otoritas (misal: kepala
departemen). Apabila uang yang terdapat dalam dana kas kas kecil mencapai
tingkat minimum, maka dana harus diisi kembali. Permintaan pengisian kembali
dilakukan oleh pemegang kas kecil. Untuk itu, pemegang kas kecil harus
menyiapkan daftar pengeluaran (pemakaian) kas kecil yang telah dilakukan dengan
dilampiri bukti-bukti pendukung pengeluaran kas kecil. Permintaan pengisian
kembali kas kecil diajukan kepada bendahara perusahaan yang akan meneliti
keabsahan pengeluaran kas kecil yang telah dilakukan. Apabila segala sesuatunya
sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, maka
bendahara memberi tanda persetujuan pada formulir permintaan pengisian kembali
dan menarik cek sebesar jumlah kas kecil yang telah digunakan sehingga jumlah
uang dalam dana kas kecil akan kembali pada jumlah semula.
Contoh:
Pada tanggal 15 Maret pemegang kas
kecil mengajukan permintaan kembali kas kecil sebesar Rp 87.000,00 yang
dilampiri dengan bukti-bukti pengeluaran kas kecil berupa biaya pos Rp
44.000,00; biaya angkut pembelian Rp 18.000,00; perlengkapan kantor Rp
20.000,00 dan macam-macam biaya lainnya Rp 5.000,00. Jurnal yang harus dibuat
untuk pengisian kembali kas kecil tersebut adalah sebagai berikut:
Maret 15 Biaya Pos
..................................... Rp
44.000,00
Biaya Angkut Pembelian
............. Rp
18.000,00
Perlengkapan Kantor
.........................
Rp 20.000,00
Macam-macam Biaya ......................... Rp
5.000,00
Kas
................................................................ Rp
87.000,00
(Untuk mengisi kembali dana kas
kecil)
Dari jurnal
pengisian kembali kas kecil diatas, terlihat bahwa rekening Kas Kecil tidak
terpengaruh. Pengisian kembali akan mempengaruhi komposisi dana berupa
penggantian bukti-bukti pengeluaran dengan uang, tetapi tidak mempengaruhi
saldo dana kas kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar